Hati-Hati TEROR Si KOLESTEROL
Ketika mendengar istilah kolesterol, mungkin dalam benak kita akan muncul bayangan kekhawatiran terhadap orang dengan perawakan gemuk yang divonis cenderung rentan terhadap teror ini. Ini tentunya sangat berhubungan dengan penyakit yang terkenal menyerang orang-orang yang memiliki over weight, kelebihan berat badan.
Pada dasarnya, kolesterol tidak mengenal batas berat badan, usia, maupun jenis kelamin. Kolesterol dapat menjadi teror bagi siapa saja tanpa memandang apapun. Berbagai faktor dapat memicu munculnya penyakit ini di dalam tubuh. Kolesterol cenderung berhubungan dengan kelebihan/tingginya kandungan kolesterol dalam darah. Ini tentunya akan menyumbat sistem vasa/pembuluh darah dalam tubuh atau yang disebut Hiperkolesterolemia. Penyakit ini sering dikenal sebagai penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah jenis gangguan pada jantung yang paling sering ditemui dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika arteri koronaria, pembuluh darah yang mensuplai darah kaya oksigen ke organ jantung, menyempit atau tersumbat oleh adanya suatu plak (plague) dan penumpukan plak ini mengurangi ruang gerak aliran darah
Secara biokimia, Kolesterol merupakan molekul yang ditemukan dalam sel. Kolesterol adalah sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya yang telah mengalami biosintesis di dalam tubuh. Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid. Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon.
Kolesterol merupakan salah satu senyawa lemak seperti lilin dan berwarna kekuningan. Sebagian besar kebutuhan kolesterol tubuh di produksi oleh hati. Di dalam tubuh, kolesterol mempunyai fungsi penting yang diperlukan dalam berbagai proses metabolisme, seperti untuk bahan pembentuk dinding sel, pembentukan hormon misalnya hormon seks, pembungkus jaringan saraf, membuat vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang, bahan pembentukan asam dan garam empedu yang berfungsi untuk mengemulsi lemak, juga untuk perkembangan sel-sel otak pada anak-anak. Dengan demikian dalam kadar normal kolesterol mempunyai banyak manfaat, tetapi akan menjadi masalah bagi tubuh jika kadarnya berlebihan. Batas normal kolesterol dalam tubuh adalah 160-200 mg.
Sebenarnya, tidak semua kolestrol berdampak buruk bagi tubuh. Hanya kolestrol yang termasuk kategori LDL (Low Density Lipoprotein) saja yang berakibat buruk sedangkan jenis kolestrol HDL (High Density Lipoprotein) merupakan kolestrol yang dapat melarutkan kolestrol jahat dalam tubuh.
Untuk era saat ini, kolesterol menjadi penyakit yang hampir biasa terdengar di kalangan masyarakat. Hal ini terpaut dengan kecenderungan masyarakat itu sendiri dalam mengatur pola kehidupannya, terutama dalam pola makannya. Banyak makanan enak yang ditawarkan dengan rasa yang gurih, berminyak, gorengan, dan minim dengan kandungan seratnya.
Beberapa tanaman untuk penanganan kolesterol secara natural yang bersifat hipokolesterolemik yaitu:
· Aloe vera atau biasa dikenal dengan lidah buaya. Glukomanan dalam lidah buaya dapat menurunkan kolesterol dengan 2 cara. Pertama, dengan mengikat kolesterol dalam asam empedu. Kedua, mengikat asam lemak sehingga menghalangi sintesis kolesterol.
· Limbah kulit jeruk lemon dapat dimanfaatkan sebagai sumber pektin yang telah lama dikenal memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan. Pektin sebagai sumber dietary fiber dilaporkan berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah.
· Wortel juga mampu menghadang laju kolesterol darah. Tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, belerang, vitamin A, B, C dan D, juga betakaroten dan asam lemak tak jenuh ganda. Vitamin C pada tanaman ini berkhasiat sebagai antioksidan yang melindungi kolesterol LDL dari proses oksidasi. Wortel, ambil 5 buah wortel segar ukuran sedang. Setelah itu, wortel dicuci bersih, lalu diblender atau diparut, kemudian diperas dan disaring. Minum airnya sekaligus, lakukan setiap hari.

0 komentar:
Posting Komentar